Header Ads

Dramatis Atas Ac Milan di Final Liga Champions Eks Bintang Liverpool Kenang Comeback

Vladimir Smicer
Sportsartikel.com - Mantan pemain Liverpool, Vladimir Smicer, mengenang final dramatis Liga Champions musim 2005 yang diselenggarakan di Istanbul. Dia menyebut laga lawan AC Milan itu momen yang sangat mengesankan.

Pertandingan Liverpool kontra AC Milan diawali dengan awal yang gila. Paolo Maldini mencetak gol di menit pertama, yang membuat pasukan Rafa Benítez ketinggalan 0- 3 di babak pertama.

Namun, hanya sedikit yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Liverpool hanya dalam waktu 6 menit mampu membalikkan keadaan, dan membawa permainan ke perpanjangan waktu sebelum akhirnya mereka mengangkat trofi setelah adu penalti yang menegangkan.

Dan, momen itu terus dikenang salah satu pemain kunci, Smicer, yang masuk pada menit ke-23 menggantikan Harry Kewell yang cedera.

Pemain internasional Ceko itu mencetak gol kedua untuk timnya dan penalti keempat dalam drama adu penalti. Tadinya, tendangan bintang AC Milan Andriy Shevchenko berhasil diselamatkan Jerzy Dudek dan memberikan gelar kepada Liverpool.

Pertandingan Terakhir
Vladimir Smicer
“Setelah mencetak gol kedua, saya merasa kami akan mendapatkan yang ketiga. Saya merayakannya, namun tidak ada yang datang dengan saya! Semua pemain berada di tengah dan menunggu peluit untuk menyerang lagi. Para pemain Milan tidak tahu apa yang sedang terjadi. 6 menit itu gila," kata Å micer kepada France Football.

“Saya sangat bahagia karena itu adalah pertandingan terakhir saya buat Liverpool. Saya bisa pergi dengan tenang! Itu yang membuat saya agak gugup juga," kenangnya.

"Saya tahu bahwa Benitez akan bertanya kepada saya apakah saya ingin mengambil penalti. Saya berusia 32, saya merasa baik. Saya bilang iya. Dia menanggapi: Oke, kamu keempat."

Hilang Kepercayaan Diri

Usai menyanggupi permintaan pelatihnya, Tiba-tiba semua keyakinan diri saya lenyap." Saya merasa sangat gugup. Ini akan jadi tembakan terakhir saya bersama Liverpool.

Saya mengatakan pada diri sendiri:" Bila Anda mencetak gol, Anda bisa kembali ke Liverpool seumur hidup, namun jika tidak, Anda tidak akan pernah bisa kembali! Tidak pernah!," kata Smicer.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.